BANTENINSIDE.COM – Suasana politik di Kabupaten Lebak mendadak memanas setelah tokoh sentral sekaligus mantan Bupati Lebak dua periode, Mulyadi Jayabaya (JB), melakukan aksi mengejutkan dengan menyegel dan menggembok Rumah Aspirasi milik putranya sendiri, Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya.

Aksi yang berlangsung di Jalan Ahmad Yani, Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak pada Selasa (10/3) ini menyita perhatian publik. Tak hanya sekadar menutup bangunan, JB secara terang-terangan melontarkan tudingan serius terkait integritas pemerintahan di bawah kepemimpinan sang anak.

Alasan Penutupan: Isu Jual Beli Jabatan

Bangunan yang selama ini menjadi markas besar relawan Bupati Hasbi tersebut merupakan milik pribadi Mulyadi Jayabaya. JB menegaskan bahwa langkah drastis ini diambil karena ia mencium adanya aktivitas yang mencoreng nama baik pemerintahan.

“Benar saya tutup, karena rumah aspirasi itu sudah dipakai untuk hal yang tidak benar,” tegas Mulyadi Jayabaya di hadapan awak media.

JB secara spesifik menyoroti dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak yang disinyalir dikendalikan dari rumah aspirasi tersebut. Ia menyatakan bahwa keberadaan relawan yang terus “menempel” pada kepala daerah pasca-Pilkada justru merusak sistem birokrasi.

“Kalau Pilkada selesai, relawan juga harus bubar. Kalau terus ada di sekitar kepala daerah, itu bisa mengganggu kewibawaan pemerintahan,” tambahnya.


Pihak Relawan Membantah: “Akan Disewa Bank”

Di sisi lain, pihak relawan memberikan pembelaan. Badri, salah satu koordinator relawan Rumah Aspirasi, membantah keras tuduhan miring yang dilontarkan JB. Menurutnya, pengosongan bangunan tersebut sudah direncanakan sejak lama namun dengan alasan komersial, bukan skandal.

  • Versi Relawan: Bangunan dikosongkan karena akan disewakan kepada pihak perbankan.
  • Fungsi Klaim: Selama ini hanya digunakan sebagai wadah aspirasi murni masyarakat.
  • Tanggapan Tuduhan: Membantah adanya praktik transaksional terkait jabatan di dalam gedung tersebut.

Dampak Publik

Langkah JB menggembok asetnya yang digunakan oleh tim sang anak memicu spekulasi luas di masyarakat Lebak. Apakah ini merupakan bentuk “pembersihan” internal keluarga atau sinyal keretakan politik antara bapak dan anak?

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi penutupan paksa yang dilakukan oleh ayahandanya tersebut.(pw)