BANTENINSIDE.COM – Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan kekuatan penuh untuk menemukan Masriya (40), seorang warga yang dilaporkan hilang secara misterius setelah tenggelam di perairan Kampung Kembang Ranjang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Hingga Selasa (10/3) siang, keberadaan korban yang tercatat sebagai warga Kampung Karang Anyar, Desa Muara Binuangeun ini masih menjadi teka-teki. Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu di tengah kondisi cuaca perairan yang tidak menentu.

Strategi Penyelamatan: Pengepungan Jalur Laut dan Darat

Operasi SAR hari kedua (H.2) ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten melalui Unit Siaga SAR Lebak telah memetakan koordinat presisi di titik 6°50’34.35″S 105°53’35.87″E sebagai pusat pencarian.

Kasubsie Siaga dan Operasi Basarnas Banten menegaskan bahwa strategi pencarian hari ini dibagi menjadi dua unit khusus (Search and Rescue Unit/SRU):

  • SRU I (Jalur Laut): Melakukan penyisiran menggunakan rubber boat Basarnas dengan radius jangkauan hingga 3 Nautical Mile dari lokasi kejadian perkara (LKP).
  • SRU II (Jalur Darat): Melakukan penyisiran visual di sepanjang pesisir pantai dari titik nol ke arah Barat dan Timur masing-masing sejauh 1,5 Kilometer.

“Tim SAR gabungan telah melaksanakan briefing untuk menentukan rencana operasi yang paling efektif. Fokus kami adalah memaksimalkan penyisiran di radius yang telah ditentukan,” ujar pihak Basarnas Banten.

Sinergi Lintas Sektor

Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi ketat antara berbagai unsur, di antaranya:

  1. Unit Siaga SAR Lebak (4 Personel)
  2. Polairud Binuangeun (2 Personel)
  3. Pos TNI AL Binuangeun (4 Personel)
  4. Relawan dan Masyarakat Setempat

Kondisi Lapangan

Cuaca di lokasi kejadian dilaporkan berawan, yang memberikan tantangan tersendiri bagi jarak pandang tim di lapangan. Meski demikian, semangat tim gabungan dan dukungan masyarakat tidak surut demi membawa pulang Masriya ke pihak keluarga.(pw)